Senin, 10 Maret 2008

STRATEGI PEMBELAJARAN

Oleh: Purwiro Harjati

Tujuan

1. Dapat memberikan gambaran tentang strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa.

2. Dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan strategi pembelajaran.

3. Dapat memberikan gambaran tentang strategi pembelajaran seperti: pembelajaran berdasarkan masalah, kooperatif dan kontekstual.

1. STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT KEPADA SISWA

Strategi pembelajaran dipergunakan agar guru dapat menjalin hubungan yang tulus dengan para siswa, mempunyai sikap positif terhadap ilmu pengetahuan, menguasai sejumlah keterampilan mengajar dan merupakan pemecah masalah yang reflektif, sehingga akan didapatkan keberhasilan guru dalam pembelaaran yang dapat dilihat dari:

- Hubungan manusiawi yang tulus

- Menguasai dasar pengetahuan

- Menguasai sekumpulan praktek pembelajaran yang efektif

- Praktisi pembelajaran yang reflektif (Arend, 2000).

Melaksanakan pembelajaran yang lebih penting adalah memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa sehingga mereka terlibat di dalam kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran, di bidang akademik maupun bidang sosial. Di sini siswa akan membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Guru membuat cara-cara mengajar secara bermakna dan siswa akan menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide. Guru hanya akan memberikan suatu bantuan kepada siswa untuk dapat mencapai ke tingkat pemahaman.

Ada teori yang menunjukkan bahwa informasi adalah milik siswa/ terlatih itu sendiri sehingga lebih memusatkan pada siswa yaitu teori konstruktivis (Nur, 2000).

Teori Konstruktivis memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan lama dan memperbaiki aturan yang sudah tidak sesuai. Teori ini menjadi suatu strategi konstruktivis atau pengajaran yang berpusat pada siswa (student centered instruction). Di dalam kelas peran guru adalah membantu siswa menemukan fakta, konsep, atau prinsip bagi diri mereka sendiri bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas.

Konstruktivisme dibangun berdasarkan konsep-konsep pembelajaran Piaget dan Vygotsky bahwa siswa harus aktif dan bahwa belajar harus melibatkan penemuan dan inkuiri berhubungan dengan dunia nyata. Konstruktivisme merupakan pemrosesan top down, dimana siswa langsung diberi tugas pemecahan masalah kompleks dan siswa belajar memecahkan masalah tersebut. Secara ringkas Nur, 2000 membuat suatu sistematik tentang Pandangan Konstruktivisme dalam Pembelajaran.

Pandangan Konstruktivisme

dalam Pembelajaran

Pemrosesan Top Down

Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran Penemuan

Pembelajaran dengan Pengaturan Diri

Pembelajaran Generatif











2. PENENTUAN PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Kegiatan ini dilakukan dapat berdasarkan atas jenis pengetahuannya. Menurut Arend, 2000 dalam Nur (2001) ada 3 jenis pengetahuan yaitu:

1. Deklaratif yaitu pengetahuan tentang sesuatu.

Contoh: arti dari tumbuhan dikotil

definisi tentang bulat

aturan pembuatan puisi.

2. Prosedural yaitu pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu

Contoh: menggunakan & membuat kunci dikotomi tumbuhan dikotil

menggunakan pemrosesan kata.

3. Kondisional yaitu pengetahuan tentang kapan menggunakan pengetahuan prosedural dan deklaratif tertentu

Contoh: kapan menggunakan kunci dikotomi

kapan menggunakan suatu kata atau kalimat dalam cerita

Ketiga jenis pengetahuan ini dapat digunakan standar dari penentuan strategi pembelajaran. Nanti akan terlihat masing-masing strategi memiliki ciri tertentu sehingga dapat disesuaikan dengan pengetahuan yang akan dilatihkan.

Di bawah ini ada ringkasan tentang pemilihan strategi pembelajaran yang tepat untuk menentukan metode pembelajaran:


Pembelajaran berpusat kepada siswa

(Pendekatan konstruktivis)

Metode Pembelajaran

Materi

1. Pembelajaran berdasarkan masalah

2. Pembelajaran kontekstual

3. Pembelajaran kooperatif

4. Pembelajaran langsung

Jenis Pengetahuan

-Deklaratif

-Prosedural

-Kondisional penyesuaian

Memutuskan Metode & Strategi Pembelajaran

dengan materi pembelajaran

Persiapan Perangkat Pembelajaran

R.P.

Materi

Tahap Pelaksanaan

Evaluasi










Ciri-ciri penting strategi pembelajaran yang menggunakan pendekatan konstruktivis menurut Nur 2001, dirangkum dalam tabel 1 di bawah ini.

PENGAJARAN BERDA-SARKAN MASALAH

PEMBELAJARAN KOOPERATIF

KONTEKSTUAL LEARNING

1. Landasan teori

Teori kognitif & konstruktivis

Teori belajar sosial, konsntruktivis

Teori belajar sosial, kognitif & konstruktivis

2. Hasil belajar

Keterampilan akademik dan inquiri

Keterampilan akademik dan sosial

Keterampilan akademik, inquiri dan sosial

3. Ciri-ciri pengajaran

Proyek berdasarkan inquiri yang dikerjakan dalam kelompok

Kerja kelompok dengan ganjaran kelompok & struktur tugas

Kerja kelompok yang didasarkan oleh inquiri dengan struktur tugas, ganjaran kelompok dan assement autentik

4. Karakteris-tik ling-kungan

Fleksibel, lingkungan berpusat pada siswa

Fleksibel, demokratif lingkungan berpusat pada siswa

Fleksibel, demokratif, lingkungan berpussat pada siswa

3. PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH

Pembelajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction (PBI) adalah pengajaran yang memusatkan pada masalah kehidupan nyata. Pembelajaran berdasarkan masalah berbeda dengan belajar penemuan. Belajar berdasar penemuan menekankan pada masalah akademik.

Peran guru dalam model pembelajaran berdasarkan masalah adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dapat terjadi tanpa guru mengembangkan lingkungan kelas yang memungkinkan terjadinya pertukaran ide secara terbuka.

Secara garis besar pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari kegiatan yang merorientasikan kepada siswa untuk menganalisis situasi masalah yang autentik dan bermakna dan kemudian memberikan kemudahan untuk melakukan penyelidikan. Hasil akhir kegiatan pembelajaran berdasarkan masalah adalah para siswa menyajikan suatu karya ilmiah. Karya-karya tersebut dapat disajikan dalam bentuk pameran atau seminar.

Pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari 5 (lima) tahap utama yang diawali dengan guru memperkenalkan masalah kehidupan nyata kepada siswa dan diakhiri dengan analisis hasil karya siswa. Jika jangkauan masalahnya sederhana, kelima tahapan mungkin dapat diselesaikan dalam 3 kali pertemuan. Namun, jika masalahnya kompleks mungkin dapat diselesaikan dalam satu catur wulan. Kelima tahapan dalam pembelajaran berdasarkan masalah adalah:


TAHAP

TINGKAH LAKU GURU

Tahap-1

Orientasi siswa terhadap masalah kehidupan nyata

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, motivasi agar siswa terlibat aktif dalam menyelesaikan masalah

Tahap-2

Mengorganisasi siswa

Guru membantu siswa mendefinisi-kan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan permasalahan

Tahap-3

Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi agar dapat menyelesaikan masalah

Tahap-4

Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya seperti laporan

Tahap-5

Menganalisis dan mengevaluasi proses penyelesaian masalah

Guru membantu siswa untuk melakukan evaluasi terhadap proses penyelesaian masalah


RENCANA PELAJARAN

Satuan Pendidikan

:

SLTP

Bajan Kajian

:

Pembelajaran berdasarkan masalah

Alokasi Waktu

:

3 x 45 menit

A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)

Siswa dapat memahami model pembelajaran berdasarkan masalah.

B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)

1. Produk

a) Menyebutkan contoh masalah kehidupan nyata

b) Meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi

c) Meningkatkan kemampuan meneliti siswa

d) Menjelaskan tahapan pembelajaran berdasarkan masalah.

2. Tujuan Proses

a) Mendeskripsikan ide-idenya

b) Melakukan pengamatan eksploratif

c) Mengumpulkan data

d) Merumuskan pertanyaan

e) Mengkomunikasikan hasil pengamatan.

3. Tujuan Keterampilan Sosial

a) Kerja sama

b) Menghargai pendapat teman lain.

C. Model Pembelajaran dan Prinsip Berdasarkan Masalah

Model pembelajaran kelompok atau kooperatif.

Prinsip pembelajaran berdasarkan masalah: orientasi masalah, bertanya, masyarakat belajar, analisis masalah, penyelesaian masalah, penulisan karya ilmiah.

D. Alat dan Bahan

Lembar Kegiatan Siswa.

E. Kegiatan Belajar Mengajar

1. Pendahuluan (± 10 menit)

a) Mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang contoh-contoh masalah kehidupan nyata dan masalah akademik

b) Melakukan orientasi masalah kehidupan nyata (sampah rumah tangga)

c) Menyampaikan inti pembelajaran meliputi produk, proses, dan keterampilan sosial.

2. Inti (± 115 menit)

a) Menyajikan informasi tentang sampah rumah tangga

b) Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar

c) Membagi Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

d) Mengajak siswa ke tempat pembuangan sampah

e) Membimbing siswa melakukan pengamatan, diskusi, mengumpulkan dan mengorganisasikan data

f) Membimbing siswa menulis hasil karya ilmiah

g) Melakukan evaluasi dengan cara satu-dua kelompok mempresen-tasikan hasil dan ditanggapi oleh kelompok lain.

3. Penutup

a) Merangkum permasalahan sampah rumah tangga.


LEMBAR KEGIATAN SISWA

Sampah rumah tangga dari tahun ke tahun semakin meningkat volumenya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Sampah rumah tangga merupakan sumber pencemar lingkungan. Mengapa sampah merupakan sumber pencemar? Bahan, zat kimia, atau organisme apa saja yang terdapat pada sampah. Untuk lebih jelasnya tentang permasalahan sampah maka dapat kita lakukan kegiatan pengamatan ke tempat pembuangan sampah seperti berikut ini.

Cara Kerja

1. Lakukan pengamatan eksploratif

2. Catat data-data yang mendukung

3. Catat hasil pengamatan dan diskusikan masalah sampah ditinjau dari banyak mata pelajaran

4. Susun hasil pengamatan tersebut dalam bentuk laporan karya ilmiah dengan format sebagai berikut:

Bab I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Kegiatan

D. Manfaat Kegiatan

Bab II. KAJIAN PUSTAKA

Bab III. METODE KEGIATAN

A. Lokasi Kegiatan

B. Waktu Kegiatan

C. Cara Kerja Kegiatan

D. Teknik Pengumpulan Data

Bab IV. HASIL DATA PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA

Bab V. KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

EVALUASI

1. Pembelajaran berdasarkan masalah bertujuan melakukan pengamatan eksploratif. Pengamatan eksploratif apa saja yang anda amati dalam permasalahan sampah?

Jawab: ....................................................................................................................

...................................................................................................................

....................................................................................................................

2. Pembelajaran berdasarkan masalah meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Kemampuan berfikir tingkat tinggi apa dalam menganalisis permasalahan sampah?

Jawab: ....................................................................................................................

...................................................................................................................

....................................................................................................................

3. Pembelajaran berdasarkan masalah meningkatkan kemampuan kerjasama. Kerjasama apa saja dalam membahas masalah sampah?

Jawab: ....................................................................................................................

....................................................................................................................

....................................................................................................................

4. Pembelajaran berdasarkan masalah meningkatkan kemampuan meneliti siswa. Topik-topik penelitian apa yang dapat dimunculkan dalam permasalahan sampah?

Jawab: .......................................

.............

............................................................

5. Tuliskan tahapan pembelajaran berdasarkan masalah!

Jawab: ....................................................................................................................

....................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

Ibrahim, M. dan M. Nur. 2000. Pembelajaran Berdasar Masalah. Surabaya. University Press.

4. PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN KONTEKSTUAL

Pembelajaran dan Pengajaran Kontekstual terjemahan dari Contextual Teaching and Learning atau secara umum disingkat dengan CTL. Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang terjadi dalam hubungan yang erat dengan pengalaman nyata yang dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator kualitas CTL adalah penerapan pengetahuan, pengalaman-pengalaman dunia nyata, pembelajaran bermakna, berfikir tingkat lebih tinggi, kurikulum yang dikembangkan berdasarkan standar responsif terhadap budaya, dan penilaian autentik.

Sebagai suatu hasil kegiatan di sekolah, seluruh siswa seharusnya mengembangkan:

1. kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk melakukan inquiri ilmiah

2. pemahaman tentang inquiri ilmiah.

Kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk melakukan inquiri ilmiah, meliputi:

1. mengajukan suatu pertanyaan tentang benda-benda, organisme-organisme, dan kejadian-kejadian di lingkungan sekitar

2. merencanakan dan melakukan suatu penyelidikan sederhana

3. menggunakan piranti dan alat-alat sederhana untuk mengumpulkan data dan sebagai kepanjangan indera-indera

4. menggunakan data untuk membangun suatu penjelasan yang masuk akal

5. mengkomunikasikan penyelidikan-penyelidikan dan penjelasan-penjelasan.


RENCANA PELAJARAN

Satuan Pendidikan

:

SLTP

Mata Pelajaran

:

Biologi

Kelas / Cawu

:

II /

Pokok Bahasan

:

Makhluk hidup

Sub Pokok Bahasan

:

Sistem Transportasi

Alokasi Waktu

:

1 x 45 menit

I. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)

Siswa mampu melakukan percobaan dan menganalisis hasilnya untuk memahami konsep tentang hidup dan ciri-ciri hidup.

II. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)

A. Produk

1. Menjelaskan ciri-ciri bernafas pada manusia

2. Menghitung kecepatan bernafas pada manusia dalam satu menit selama beristirahat

3. Menghitung kecepatan bernafas pada manusia dalam satu menit selama melakukan aktivitas (berloncat-loncat) selama satu menit.

B. Proses

1. Melakukan pengamatan eksploratif

2. Mengumpulkan data

3. Mengkomunikasikan hasil pengamatan

4. Merumuskan pertanyaan.

C. Keterampilan Sosial

1. Kerjasama

2. Menghargai pendapat teman lain.

III. Model Pembelajaran dan Prinsip CTL

Model pembelajaran kelompok atau kooperatif.

Prinsip CTL: Pemahaman ilmiah, bertanya, masyarakat belajar, penilaian autentik.

IV. Sumber Pembelajaran

Buku Paket.

V. Alat dan Bahan

1. Lembar kegiatan siswa (LKS)

2. Jam dinding atau jam tangan.

VI. Kegiatan Belajar Mengajar

A. Pendahuluan (± 5 menit)

1. Memotivasi siswa dengan menjelaskan bernafas merupakan salah satu ciri-ciri hidup

2. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran meliputi produk, proses, dan keterampilan sosial.

B. Inti (± 35 menit)

1. Menyajikan informasi tentang ciri-ciri bernafas pada manusia

2. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar dan membagikan lembar kegiatan siswa (LKS)

3. Membimbing kelompok melakukan pengamatan eksploratif, mengumpulkan dan mengorganisasikan data, mengajukan pertanyaan

4. Mengkomunikasikan hasil pengamatan dengan cara tiap-tiap kelompok menuliskan hasil penghitungan kecepatan bernafas dalam satu menit selama istirahat dan selama melakukan aktivitas fisik pada tabel yang telah ditulis guru di papan tulis

5. Mendiskusikan hasil kecepatan bernafas manusia selama istirahat dan selama melakukan aktivitas.


LEMBAR KEGIATAN SISWA

Salah satu ciri makhluk hidup adalah bernafas. Alat pernafasan makhluk hidup berbeda-beda, misalnya alat pernafasan manusia adalah paru, alat pernafasan katak adalah paru dan kulit tubuh. Bukti yang mudah diamati dengan panca indera bahwa manusia telah melakukan pernafasan dengan cara menghirup dan menghembuskan udara melalui rongga hidung.

Alat dan Bahan

1. Jam tangan atau jam dinding.

Cara Kerja

1. Bagi tugas anggota kelompok anda, yaitu ada siswa yang bertugas mencatat kecepatan bernafas, ada siswa yang bertugas menghitung waktu dalam satu menit, dan ada siswa yang menghitung kecepatan bernafasnya dalam satu menit baik selama istirahat (tidak melakukan aktivitas) dan selama melakukan aktivitas (meloncat-loncat dengan menggunakan dua kaki secara bersamaan)

2. Hitung kecepatan bernafas anda selama istirahat dalam satu menit. Kecepatan bernafas dihitung dengan menggunakan besaran kali. Kecepatan bernafas selama satu kali berarti sekali menghirup udara dan menghembuskan udara melalui rongga hidung

3. Siswa yang dihitung kecepatan bernafasnya selama istirahat tersebut, kemudian melakukan aktivitas meloncat-loncat dengan menggunakan dua kaki secara bersamaan selama satu menit

4. Segera hitung kecepatan bernafas selama satu menit. Bila laju nafas anda cepat (terengah-engah) maka tanda satu kali bernafas cukup dengan menghitung saat menghirup udara melalui rongga hidung.


PENILAIAN AUTENTIK

1. Tanda bahwa manusia bernafas adalah:

Jawab: ....................................................................................................................

....................................................................................................................

2. Apakah ada perbedaan kecepatan bernafas antara selama istirahat dengan setelah melakukan aktivitas? Bila ada, jelaskan jawaban anda!

Jawab: ....................................................................................................................

....................................................................................................................

....................................................................................................................

3. Dari hasil percobaan dan pengamatan anda, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecepatan bernafas?

Jawab: ....................................................................................................................

....................................................................................................................

....................................................................................................................

4. Bukti yang mudah diamati dengan menggunakan panca indera bahwa manusia telah melakukan pernafasan dengan cara menghirup udara dan menghembuskan udara melalui rongga hidung. Apakah ada bukti-bukti lain yang dapat diamati dengan panca indera bahwa manusia telah melakukan pernafasan. Jelaskan jawaban anda!

Jawab: ....................................................................................................................

....................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

Nur, M. 2001. Sains Sebagai Inkuiri. Makalah disajikan pada Seminar dan Lokakarya Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Surabaya.

Nur, M. 2000, Strategi-Strategi Belajar, University Press, Unesa.

Nur, M. dan Wikandari, P.R., 2000, Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajaran, University Press, Unesa.

Kardi, S., 1999, Pengantar pada Pengajaran dan Pengelolaan Kelas, Unesa.

Randow T.V., 1991. Bermain Dengan Pengetahuan. Bandung: Penerbit Angkasa.